Indonesia merupakan negara yang memiliki sistem pemerintahan dan institusi kepolisian terburuk di Asia. Korupsi dan intervensi politik terjadi hampir di semua sistem peradilan dan kepolisian. Demikian kesimpulan hasil survei dan penilitian yang dilakukan Political and Economic Risk Consultancy yang dilansir kantor berita AFP, Minggu (2/6). “Indonesia dipenuhi oleh korupsi dan intervensi politik yang menggerogoti sistem peradilan dan kepolisian yang hanya memiliki sedikit kejujuran,” tulis kantor berita Perancis itu mengutip PERC.
Karena itu tak mengherankan apabila Indonesia menempati urutan terbawah dibanding 14 negara lainnya yang disurvei lembaga penelitian bisnis yang bermarkas di Singapura itu. Tetapi menurut PERC itu bukan tanpa sebab. Umumnya negara-negara yang lemah sistem pemerintahannya dan buruk kepolisiannya itu merupakan negara miskin dan pernah di bawah kontrol sistem komunis. Atau bisa jadi kombinasi keduanya.
PERC juga mengungkapkan bahwa hasil survei itu juga dilengkapi laporan terakhir intelijen di negara-negara yang menjadi tujuan survei. Khusus untuk Indonesia, dalam kesimpulan akhirnya, PERC memandang perlunya sutau perbaikan yang menyeluruh secara sistematis khusunya pada sistem peradilan dan kepolisian. “Pemerintahan sekarang memiliki harapan dan kemampuan untuk memperbaiki sistem tersebut,” PERC mengungkapkan. Sementara itu Kepala Badan Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Saleh Saaf mengatakan Polri tak akan terpengaruh dengan hasil survei itu.
“Kalau pakar dikumpulkan, yang keluar pasti kelakar,” kata Kepala Badan Humas Polri Inspektur Jenderal Saleh Saaf kepada Tempo News Room yang menghubunginya melalui telepon, Minggu (2/6) sore. Tapi, lantas Saaf buru-buru menambahkan, “Kalau memang itu hasil survei, ya kita terima lah dengan besar hati. Tapi harap dicatat, bahwa itu semua masa lalu. Dan yang penting saat ini kita semua berusaha keras untuk memperbaiki situasi itu,” ujarnya. Namun, Saleh enggan berkomentar lebih lanjut saat ditanya soal sedikitnya aparat Polri yang memiliki kejujuran.
Berdasarkan rating penelitian, Singapura menempati posisi pertama memiliki sistem peradilan dan kepolisian terbaik dengan rating 1.7, diikuti Hong Kong (2.9), Japan (3.67) dan Korea Selatan (4.83). Sedangkan negara-negara yang gagal mencapai rating 5, yaitu Malaysia (6.29), kemudian Taiwan (6.33), Vietnam (7.08), India (7.33), China dan Philipina (7.78), Thailand (7.96) dan Indonesia (9.83). Penelitian juga mengambil Amerika Serikat dan Australia sebagai perbandingan. Amerika Srikat berdasarkan penelitian memiliki rating 1,67 dan Australia (1.82). (kurniawan/Y. Tomi Aryanto)
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2002/06/02/05511924/Sistem-Peradilan-dan-Kepolisian-Indonesia-Terburuk-di-Asia







.jpg)


.png)
.jpg)

















